Keputusan Persib Berlaga di ISL Perlu Dikaji Ulang ?
Penulis : Ziyan M Nasyith
Dibaca : 9553 | Komentar: 17
Kamis, 19 Januari 2012 | 13:23 WIB
print Cetak | [-] Text [+]
Persisam vs Persib
PERSIBHOLIC/ADAM HUSEIN
Moses Sakyi tampak tidak percaya setelah wasit Prasetyo Hadi mengganjar kartu kuning kedua untuk dirinya saat Persib dikalahkan Persisam 1-2 di Stadion Segiri, Selasa sore (17/1/2012).

KEPUTUSAN Persib Bandung bertanding di Indonesia Super League (ISL) sepertinya patut dikaji ulang kembali. Meski ISL menawarkan kualitas persaingan yang lebih ketat, namun dari sisi kualitas pertandingan masih cukup dikeluhkan.

Disadari atau tidak, keluhan kubu Maung Bandung terhadap kinerja wasit mengisyaratkan jika kualitas pertandingan, termasuk kualitas perangkat pertandingan di ISL, seperti wasit masih perlu diperbaiki.

Pelatih Drago Mamic bahkan menyebut dua pertandingan di Pulau Kalimantan tak mencerminkan sebagai sebuah pertandingan sepak bola yang layak karena sarat unsur non teknis.

Meski begitu, mantan pemain Persib era 1990-an, Nandang Kurnaedi menilai, keputusan Persib untuk berlabuh ke ISL kala itu, sudah tepat jika pertimbangannya tingkat persaingan kompetisi karena klub-klub yang mengikuti ISL adalah klub besar dan sudah teruji kualitasnya.

"Saya kira, keputusan Persib saat itu untuk pindah ke ISL, itu adalah keputusan yang tepat. Dengan bermain di ISL, kualitas Persib akan benar-benar teruji. Apalagi klub yang mengikuti ISL adalah klub yang notabe mempunyai nama besar dan sangat tangguh," ujar Nandang saat di hubungi persibholic.com, Kamis (19/1/2012).

Meski akhirnya, Maung Bandung kerap merasa di rugikan oleh faktor non teknis yang tampak masih sulit dikurangi dihindari dalam penyelenggaraan kompetisi ISL, khususnya saat menjalani laga tandang. Nandang menyatakan faktor non teknis adalah hal yang sering terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

"Faktor non teknis kerap terjadi di liga mana pun. Apalagi di Indonesia yang kepengurusan PSSI-nya masih amburadul. Jika itu terjadi di ISL, berarti pembenahan itu menjadi urusan PSSI juga sebagai wadah dari sepakbola Indonesia. Di sinilah PSSI harus bisa bijak dan mencari formula yang tepat untuk sistem kompetisi di Indonesia," ucap Nandang.

"Intinya keputusan Persib berlaga di ISL tentunya harus dibarengi oleh kesiapan Persib itu sendiri. Termasuk harus sudah siap dengan faktor-faktor non teknis yang masih belum bisa dibersihkan dari sepakbola Indonesia. Entah di ISL atau di IPL," tandasnya.(Ziyan M Nasyith)

AddThis Social Bookmark Button
1 dari 6 Halaman Komentar | Selanjutnya » Akhir ›
  • bingung abi mah kaaang ku wasit d indonesia mah... Msh jauh kneh knu propesional na.... Irha ath rek dwasa jeung maju na prsepak bolaan d dlm negri teh lmun pminpin pssi jeng pminpin lpangan na msh can kaloloten mah...
    Komentar Oleh: remonz | Rabu, 25 Januari 2012 | 02:23 WIB
  • Pernah ngobrol dengan salah satu manajer klub bandung jaman dulu, waktu sama-sama menunggu anak sekolah (sekolah anak kami barengan). Inti dari pembicaraan itu sang manajer menceritakan salah satu tokoh sepakbola yang eks narapidana. Yang sampai saat ini masih sakit hati karena KLUB yang dia manajeri (Klub Ikan MErah)kalah oleh klub bandung. Nah pembalasanya selama dia menguasai PSSI, klub bandung tidak akan pernah menang, pasti akan selalu dikerjai.
    Komentar Oleh: zar | Selasa, 24 Januari 2012 | 18:00 WIB
  • Saya satuju jeug Kang Gunawan... Klo dilihat mah IPL lebih FAIR KINERJA WASITNYA... Eta nu penting mah....
    Komentar Oleh: Harry | Sabtu, 21 Januari 2012 | 17:05 WIB
  • heeh, aya benerna kang, kudu dikaji maslah wasitna...tp cek saya klo pindah ke kompetisi manapun lamun..mental pemainna jelekmah..moal juara2, buktina eta barca ..maen jg tim lain khusuna real madrid..siga dek gelut. si messi diinjak kakina,,,tp da mental jg kualitas timna te loba perobahan mah..alus we,,kmha tah..saran saya
    Komentar Oleh: agus radovic | Jumat, 20 Januari 2012 | 15:47 WIB
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
Name
Email
Alamat
Komentar

Security Code
 
Nidji
Loading...
Loading...
Loading...