
KEPUTUSAN Persib Bandung bertanding di Indonesia Super League (ISL) sepertinya patut dikaji ulang kembali. Meski ISL menawarkan kualitas persaingan yang lebih ketat, namun dari sisi kualitas pertandingan masih cukup dikeluhkan.
Disadari atau tidak, keluhan kubu Maung Bandung terhadap kinerja wasit mengisyaratkan jika kualitas pertandingan, termasuk kualitas perangkat pertandingan di ISL, seperti wasit masih perlu diperbaiki.
Pelatih Drago Mamic bahkan menyebut dua pertandingan di Pulau Kalimantan tak mencerminkan sebagai sebuah pertandingan sepak bola yang layak karena sarat unsur non teknis.
Meski begitu, mantan pemain Persib era 1990-an, Nandang Kurnaedi menilai, keputusan Persib untuk berlabuh ke ISL kala itu, sudah tepat jika pertimbangannya tingkat persaingan kompetisi karena klub-klub yang mengikuti ISL adalah klub besar dan sudah teruji kualitasnya.
"Saya kira, keputusan Persib saat itu untuk pindah ke ISL, itu adalah keputusan yang tepat. Dengan bermain di ISL, kualitas Persib akan benar-benar teruji. Apalagi klub yang mengikuti ISL adalah klub yang notabe mempunyai nama besar dan sangat tangguh," ujar Nandang saat di hubungi persibholic.com, Kamis (19/1/2012).
Meski akhirnya, Maung Bandung kerap merasa di rugikan oleh faktor non teknis yang tampak masih sulit dikurangi dihindari dalam penyelenggaraan kompetisi ISL, khususnya saat menjalani laga tandang. Nandang menyatakan faktor non teknis adalah hal yang sering terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola.
"Faktor non teknis kerap terjadi di liga mana pun. Apalagi di Indonesia yang kepengurusan PSSI-nya masih amburadul. Jika itu terjadi di ISL, berarti pembenahan itu menjadi urusan PSSI juga sebagai wadah dari sepakbola Indonesia. Di sinilah PSSI harus bisa bijak dan mencari formula yang tepat untuk sistem kompetisi di Indonesia," ucap Nandang.
"Intinya keputusan Persib berlaga di ISL tentunya harus dibarengi oleh kesiapan Persib itu sendiri. Termasuk harus sudah siap dengan faktor-faktor non teknis yang masih belum bisa dibersihkan dari sepakbola Indonesia. Entah di ISL atau di IPL," tandasnya.(Ziyan M Nasyith)
