
MANAJER Persib Bandung, Umuh Muchtar tidak mau bersikap reaktif dalam menanggapi tulisan dinding bernada hujatan yang diarahkan kepadanya dan Pelatih Persib, Drago Mamic.
Tulisan yang muncul di sekitar kawasan Gasibu, tepatnya di depan Gedung Sate ini, lumayan menyita perhatian bagi orang-orang yang melihatnya dan diperkirakan muncul setelah Persib dua kali kalah beruntun saat menjalani tur Kalimantan menghadapi Mitra Kukar dan Persisam.
Tidak diketahui siapa yang melakukan aksi tulisan dinding tersebut. Yang jelas tulisan tersebut tampak sudah disamarkan meski secara kasat mata masih terlihat isi dari tulisan dinding tersebut.
“Sepertinya yang melakukannya bukan bobotoh. Dia itu oknum bobotoh yang sebenarnya tidak suka dengan Persib,” terang Umuh di sela latihan Persib di Lapangan Brigif, Cimahi, Jumat (20/1/2012).
Umuh mengaku tulisan dinding bernada hujatan dan provokatif itu, membuat dirinya merasa tidak dihargai saat berjuang ikut menyelamatkan Persib pada 2008 sial.
Kala itu, Persib yang belum berbentuk PT dan sudah tidak lagi mendapatkan sokongan dana dari Pemkot Bandung karena PSSI melarang kucuran dana Pemerintah mengalir ke kas klub, memacu semangat Umuh untuk menyelamatkan Maung Bandung dari bayang-bayang tidak bisa mengikuti kompetisi.
“Kalau harus diceritakan lagi, dulu Persib lima hari jelang verifikasi PSSI, dari sisi kepengurusan, keuangan maupun tim sama sekali tidak jalan. Bahkan saat itu, saya akan nekad pakai modal sendiri. Kalau dulu dibiarkan Persib mungkin degradasi dan saya tidak tahu tempat Persib dimana sekarang,” ucap Umuh.
Mengenai upaya pengusutan untuk mencari oknum bobotoh tersebut. Umuh mengungkapkan tak akan membuang waktunya untuk mengurus persoalaan tersebut. Ia hanya berharap pihak yang melakukan aksi tersebut menyadari tindakannya tidak banyak memiliki makna dan guna.
“Ngapain juga sampai lapor Polisi, nanti juga ketahuan siapa pelakun. Karena saya juga sudah tahu siapa yang melakukannya,” tegas Umuh.(Ari Syahril Ramdhan)
